Semalaman, Naya tertidur di pelukan Denis di bawah selimut bulu yang tipis. Hingga aliran listri sudah menyala, mereka berdua masih tertidur pulas di ranjang Naya. Posisinya masih sama. Mereka saling berpelukan erta satu sama lain. Dan bahkan pelukan itu semakin terasa saling mendekap seperti takut kehilangan. Udara di dalam kamar Naya semakin terasa dingin karena AC di kamar itu sudah menyala. Tetapi lampu dikamar itu tetap mati. Karena Naya masih membiasakan diri untuk tidur dalam keadaan gelap. Denis sendiri baru bisa tidur sekitar pukul tiga dini hari. Dan Naya sendiri sudah lelap sejak Denis memeluknya. Hari sudah pagi dan matahari mulai naik ke atas. Desiran angin dingin yang keluar dari AC mulai tak seidngin tadi karena dinding kamar Naya mulai mengahnagt di terpa sinar matahar

