"Kamu istirahat dulu, Naya. Aku akan panggilkan dokter," jelas Denis yang membantu Nayara kembali ke tempat tidur dan membiarkan istri sirinya itu rebahan kembali. Nayara sendiri sudah tidak memiliki tenaga. Rasanya sudah lemas sekali. Dalam hatinya berkata, apakah seperti ini rasanya sedang hamil? Denis kembali ke kamar Naya dan membawakan teh manis hangat. "Mau minum dulu? Masih mual gak? Atau pake minyak kayu putih. Ini aku bawakan," ucap Denis dengan cepat. Kalimatnya terus menerus membuat Nayara tidak bisa menjawab. "Naya gak apa -apa kok," jawab Nayara singkat. "Naya ... Kamu itu sedang mengandung anak aku. Aku gak mau sesuatu terjadi dengan kamu," jelas Denis lagi. Terdengar tegas dan begitu posesif sekali. Naya lagsung terdiam. Ia lupa, ada darah daging Denis di perutnya. Tap

