18

1101 Words

Saat berada di meja makan untuk sarapan pagi. Keduanya saling diam. Suasanannya mendadak hening. Denis beberapa kali mengambil kesempatan untuk menatap Naya yang duduk di depannya sambil meminum s**u hamil buatannya. Sarapan pagi ini malah terkesan seperti menu diet. Lihat saja, roti gandum dengan isian selai cokelat yang dipanggang ditambah parutan keju serta irisan buah alpukat. Memang sehat tapi apalah daya bagi Naya yang kini gampang lapar. Kalau belum makan nasi serasa belum makan. "Pakaian kotor kamu sudah dipindah ke plastik? Hari ini kita mampir ke londry untuk masukin pakaian kotor, sudah tiga hari juga," titah Denis pada Naya. "Hu um ... Sudah. Tinggal dibawa aja," jawab Naya singkat. "Eum ... Hari ini mau kumpul sama anak -anak," ucap Naya meminta ijin. "Anak -anak siapa?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD