68. Kabar Baik atau Buruk?

2564 Words

Aku hamil. Kuulangi sekali lagi, AKU HAMIL. Sudah lima belas menit lebih aku hanya duduk sambil mengamati tanda garis dua pada benda pipih yang sedang aku pegang. Rasa senang, haru, sedikit takut, excited, semua bercampur jadi satu. Padahal aku sudah mengekspektasikan ini, tetapi tetap saja saat ini rasanya seperti mimpi. Ini bahkan belum dua bulan sejak aku dan Mas Davka menikah. Mungkin baru kisaran empat puluh harian. Bukankan ini sangat cepat? “Ara ...” Mas Davka tiba-tiba datang dari luar sambil membawakan satu gelas air putih hangat. “Masih mual?” tanyanya begitu duduk di depanku dan memberikan gelas yang dia bawa. “Masih, tapi dikit aja.” Mas Davka membantuku minum, lalu meletakkan gelas di atas nakas. Dia menatapku, dan aku juga menatapnya. Kami diam selama beberapa det

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD