79. PEONY - END

3171 Words

“Jarang ada kabar, ternyata kamu mau ke luar negeri, Bal?” Entah kenapa, aku mendadak sedih ketika malam ini Iqbal tiba-tiba datang ke rumah untuk pamitan. Dia akan berangkat ke Inggris untuk lanjut studi. Ternyata, selama setahun belakangan ini dia jarang kelihatan karena sibuk mempersiapkan semuanya: mulai dari pengajuan beasiswa, les bahasa, dan lain-lain. Kupikir Iqbal sibuk karena mulai bekerja membantu Ayahnya, tetapi ternyata aku salah. Belakangan, kami memang sudah jarang chat-an. Selain karena aku mengormati Mas Davka, Iqbal sendiri juga sepertinya tahu posisi. Dia paling hanya berkabar sesekali, bahkan kado untuk lahiran Rafan pun dia titipkan lewat Veve dan Rahma. Malam ini, secara khusus Iqbal datang ke rumah karena ingin bertemu denganku. Sebelum menemuiku, dia sudah leb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD