“Haven? Dari mana saja kamu nak?” Ajeng melangkah tergesa mendekati sang putra yang masih terdiam di batas foyer dan ruang tamu unit mewah itu, kontan merengkuh Haven erat. Haven sendiri masih terdiam, pandangannya lekat menatap wajah Della yang pias dan Fadell yang seolah ingin menerkam dan menelannya bulat-bulat. “Ada apa ini Ma?” tanya Haven pada Ajeng, tanpa menjawab pertanyaan Ajeng sebelumnya. Ajeng melepaskan rengkuhannya, mengikuti arah pandang Haven. Di hadapan mereka, Della terlihat semakin bingung, atau mungkin panik? “Della, ada apa?” Haven melangkah mendekat, kedua tangannya terulur, siapapun yang berada di sana sangat tahu jika itu adalah gestur tubuh ketika ingin merengkuh seseorang. “Della....” ‘BUGH!’ ‘BRUGH!’ “KENAPA KAMU MEMUKUL ANAKKU?” pekik Ajeng yan