Della: Ari.... Della: Kakek udah ga ada. Della: Pesan terakhirnya supaya kita ga marahan lama-lama. Della: Ari.... Della: Pulanglah. Della: Kak Della tau, Ari sengaja mengirimkan video itu. Supaya Kakak bisa melakukan sesuatu bukan? Della: I did it. I did something for us. Della: Om Genta kabur karena kebusukannya terbongkar. Della: Maafin sikap Kakak ke Ari selama ini. Della: Please Ari... pulanglah, Dek. Della: Kabarin Kakak ya? Nanti Kakak yang jemput. Dan tak satupun pesan singkat yang Della kirim itu masuk ke ponsel Ari. Sudah sejak saat kali terakhir Della menelponnya, nomor Ari tak pernah aktif lagi. “Della,” lirih Fadell lembut seraya merangkul Della yang sedang duduk termenung di sebuah sofa panjang di perpustakaan rumah Bramantya. Setiap kali cucunya