Keputusan Claire Untuk Pulang Sebentar

1017 Words

Malam itu, langit gelap tanpa bintang. Claire duduk di sofa ruang tengah sembari menunggu Rylan yang berkutat dengan laptopnya. Semenjak sakit, Rylan hanya bisa mengawasi beberapa usahanya dari laptop dan ponsel saja. Dan Claire selalu menemaninya seolah itu sudah menjadi kebisaannya yang awalnya merupakan tugas semata. Lampu-lampu di sekitarnya meredup, menciptakan suasana yang sunyi namun suasananya hangat karena Rylan ada di sebelahnya. Ponsel di tangannya bergetar, menampilkan nama yang beberapa minggu ini jarang sekali dia lihat muncul di layar, Clara. Saudara kembarnya. Claire ragu sejenak sebelum akhirnya beranjak dari sofa untuk menjauh sejenak. Namun Rylan menahan tangannya. “Terima di sini saja. Aku tak akan menguping.” Claire kemudian mengangguk dan tetap duduk di se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD