Safira hampir saja pingsan saat mendengar kabar jika Atha hamil 8 Minggu. Dia menatap Putranya yang tertawa menatap hasil USG terlihat tidak ada beban sama sekali. Bryan mengusap pundak sang istri untuk banyak-banyak bersabar menghadapi tingkah Putra mereka. Tidak menyangka jika Mail akan bertindak sejauh ini sampai menghasilan kehidupan baru. Berbeda dengan Atha yang hanya menundukkan kepalanya takut, cemas, khawatir dan sebagainya. Setelah Atha pingsan Mail memboyongnya ke Dokter kandungan untuk memeriksa lebih lanjut. Anaknya masih kecil namun membuat hati Mail berbunga bahagia. "Kamu bener-bener yah Mail." ujar Safira geram. "Apa Ma?" "Kamu nge-hamilin anak orang kaya nggak ada beban sama sekali." "Yah emang kenapa sih Ma? Masa harus punya beban. Ini tuh bukan beban tapi berkah b

