WASPADA

1518 Words

Jelita terdiam. Ia merasa berbunga bunga mendengar ucapan Banyu. Senyum lebar tersungging di wajahnya. Aku mau… Tapi tidak sekarang. Jelita tersenyum, “Aku… Tidak mau menjawabnya sekarang.” Banyu mengusap usap pipi Jelita dengan permukaan tangannya, “Kamu tidak harus menjawabnya sekarang. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku tanpa menunda.” Ia memperhatikan wajah mantan istrinya yang bersinar dengan cantiknya. I miss you… “Sekarang duduk dulu, aku mau masak lagi. Nanti masakanku gosong,” Jelita tergelak. Banyu mengangguk. Ia kembali memperhatikan gerak gerik Jelita dari tempat duduknya. Saat kamu memberikanku kesempatan kedua, aku akan melakukan segalanya untukmu dan putra kita. Aku akan membahagiakan kalian. “Siap… Kita makan…” Jelita menyajikan satu panci di hadapan Bany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD