Jelita memperhatikan perubahan ekspresi Banyu. "A... Ada apa?" Ia penasaran. Bukan karena ingin tahu urusannya tapi karena was was ada yang akan melukai mantan suaminya itu. "Ada urusan lain. Terkait Gendis..." Banyu menatapnya. "Aku memang belum menceritakannya secara detail.. Hanya saja, aku tidak suka cerita sepotong sepotong. Nanti setelah kita pastikan segalanya, aku akan bicara lagi lebih lanjut." Jelita mengangguk. Ia memperhatikan kalau Banyu kembali menatap ponselnya dan mengetikkan pesan pada seseorang. Banyu : Bagus. Ranu : Saya sedang di Grand Hotel Metropolitan untuk menemuinya. Kita akan memastikan segalanya saat ini juga. Banyu : Saya tunggu kabarnya. "Apa kamu harus pergi?" tanya Jelita lagi. "Tidak saat ini," Banyu menatapnya dan tersenyum. "Aku... T

