Sadina Parwati tiba di Panti Asuhan Insan Pertiwi. Ia memutuskan untuk datang daripada menghubungi lewat telepon. Namun ia hanya berdiam diri dan tidak turun dari mobil. Perasaannya tak menentu. Dina menatap orang orang yang lalu lalang di hadapannya. Ada orang dewasa yang sedang menyapu, ada yang sedang mengobrol dan banyak anak kecil berlarian di halaman depan. Bagaimana ini? Apa alasanku? Apa aku berpura pura untuk mengadopsi? Atau… Atau aku berpura bura mencari talent untuk satu acara televisi? Ah ya, ide kedua itu lebih masuk akal. Dina mematangkan idenya. Bisa saja aku bermaksud membuat semacam kegiatan layanan masyarakat yang membutuhkan model bayi untuk pembuatan video promosinya. Setelah urusan dengan lelaki itu selesai dan bayi aku kembalikan, tinggal bilang kalau p

