GUGUP

1307 Words

Banyu bergegas pergi dari kediamannya. Sepanjang jalan ia menahan senyumnya karena hatinya berbunga bunga. Di dalam mobil, tidak ada kata keluar dari mulutnya. Banyu terus menerus menatap keluar jendela. Ia tidak memperhatikan kendaraan yang lalu lalang. Di matanya hanya ada pantulan bayangan Jelita yang tersenyum kepadanya. Aku bahagia. Melihatnya membuatku bersemangat. Senyumnya... Cantik. Sejak Jelita pindah ke rumah, kenapa aku selalu merasa gugup? Padahal beberapa kali menemuinya di rumah Ibu Ajeng tidak segugup ini. Apa karena rasanya seperti kembali berada di satu atap? Atau karena apa? Ah.. Aneh, aneh… Perasaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. “Sudah sampai pak,” ucap Ranu menyadarkannya dari lamunan. Ia pun turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD