DINI HARI

1024 Words

Tok, tok, tok… Pram mengetuk kamar Jelita. Setelah beberapa saat, pintu pun terbuka. Jelita muncul dengan rambut sedikit berantakan. Wajah cantiknya masih terlihat mengantuk Pram menahan senyumnya. “Maafkan aku, tapi ini sudah dini hari. Kamu harus keluar dari sini sekarang agar tidak ketahuan. Jangan sampai ada yang membuntuti dan mengetahui tempat kosmu,” jelasnya. “Oh iya,” Jelita mengangguk. “Sebentar aku cuci muka dulu.” “Iya, aku tunggu,” Pram membiarkan Jelita kembali masuk ke dalam kamar. Ia pun menunggu di ruang tengah. Tak lama Jelita muncul sudah berpakaian rapi. “Aku tidak mandi,” ia tersenyum. Pram menatapnya dengan perasaan berdebar. Ternyata ini wajahmu saat bangun tidur. Kamu cantik meski belum mandi. Ohh.. Hatiku… “Tidak masalah. Lagi pula ini terlalu dini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD