Chapter 30

2174 Words

Suara berisik anak-anak tetangga yang berlarian depan dan samping rumah, sukses membuat kenyenyakkan tidurku ambyar. Andai saja aku punya kuasa, ingin rasanya menguliti mereka satu per satu. Namun sayangnya aku hanyalah seorang remaja yang teramat menyayangi dan mencintai anak-anak. Karena mereka adalah tumpuan masa depan Bangsa dan Negara tercinta ini. Namun anehnya lagi, sampai saat ini aku belum bisa menyayangi secara tulus adikku sendiri hasil perselingkuhan dan pernikahan mama dengan si brondong ojol sialan itu. Aku tidak membencinya namun rasanya beda sekali antara aku mencintai, merindukan dan menyayangi adik kandungku Prili dengan bocah lucu berusia 2 tahun itu. Terlepas dari semua itu, segala peristiwa selalu ada hikmahnya. Andai saja anak Mbak Diah, anak Pak Edi, anak Bu Heni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD