Aleska hari ini pergi ke toko kue miliknya. Dia sejak semalam tak bisa tidur karena memikirkan pernikahannya yang mendadak dengan Gaharu.
Huft.....
Semua karyawannya menatap aneh pada Aleska.
"Nona seperti orang putus cinta, kenapa lemas sekali hari ini?"
Aleska mengerjapkan matanya saat salah satu karyawannya menyapanya.
"Memang putus cinta."
Aleska langsung teringat dengan Asila dan Luke.
"Oh, aku baru ingat. Jika nanti ada Asila kesini meminta kue, minta dia bayar. Jangan di beri gratis terus, aku sudah rugi banyak karena dia!"
Aleska memasang wajah cemberutnya ketika mengatakan itu.
"Akhirnya nona bisa sadar." celetuk salah satu karyawan nya.
"Hah? Bagaimana maksudnya? Apa selama ini aku tak sadar?"
Mereka menggaruk kepala mereka bingung bagaimana menjelaskannya.
"Nona bukan sadar yang itu, maksud kami tadi karena akhirnya nona mau membuat Asila Asila itu membayar. Selama ini setiap kali dia datang dan meminta kue yang mahal mahal, semua tagihan masuk ke dalam tagihan kami sehingga kami harus membayarnya. Dan itu semua atas perintah Luke kekasih nona." cicit salah satu karyawan.
Dia mengatakan itu sambil menundukkan kepalanya karena takut.
"Apa???"
"Kenapa tak bilang padaku? Kenapa kalian diam saja?"
Aleska langsung mendekat ke arah karyawannya.
Dia juga menyuruh menutup kembali tokonya karena dia harus berbicara pada para karyawannya.
"Jelaskan padaku, apa yang terjadi selama ini?"
Mereka semua saling pandang, antara berani dan takut jika nantinya akan membuat mereka dimarahi.
"Apa nona sudah putus dengan laki laki itu?"
Aleska menaikkan sebelah alisnya karena bingung kenapa tiba tiba karyawannya bertanya seperti itu.
"Antara iya dan tidak, tapi itu tidak penting. Aku akan menikah sebulan lagi, tapi bukan dengan dia. Jadi kalian tak perlu khawatir dan takut lagi."
Lalu salah satu karyawan itu memberanikan diri menceritakan semuanya. Ekspresi Aleska langsung berubah menjadi merah padam.
Brak.....
Aleska sampai menggebrak meja di dekatnya karena baru tahu jika Luke dan Asila sudah keterlaluan seperti itu.
"Dua manusia sialan itu benar benar tak tahu diri, di pungut dari jalanan malah lupa asal usulnya!"
Semua karyawan Aleska sedikit terlonjak kaget karena Aleska bisa semarah itu. Terlebih selama ini Aleska terkenal selalu ceria dan cerewet pada semua orang.
"Nona tak marah?"
Salah satu karyawan nya yang paling lama bertanya dengan hati hati. Dia benar benar takut jika Aleska malah menyalahkannya karena masalah ini.
"Tidak, aku sudah tahu kebusukan mereka. Jadi setelah ini tak ada ampun dan belas kasihan untuk mereka berdua. Manusia manusia tak tahu diri. Sudah ku tolong tapi malah menyusahkan orang lain!"
Drtt.....
"Eh ...."
Aleska berjingkat kaget karena tiba tiba ponselnya berdering.
Karyawan Aleska menahan tawa melihat ekspresi Aleska yang terkejut.
Aleska dengah terburu buru mengangkat telfon itu tanpa melihat siapa yang menelfonnya.
"Sayang....."
Suara bariton terdengar dari seberang telfon dan membuat Aleska langsung membeku.
Para karyawan Aleska saling pandang karena baru mendengar suara laki laki asing yang memanggil nona mereka dengan sebutan sayang.
"Kenapa diam saja? Aku baru tiba di Jepang. Kau dimana sekarang?"
Aleska yang tersadar menoleh ke arah ponselnya dan meringis. Ternyata itu adalah video call dari Gaharu. Aleska juga melirik para karyawannya yang sangat penasaran dengan siapa yang menelfonnya.
"Hehe, maaf Om.... tadi kaget karena tiba tiba Om telfon. Om Aru, langsung bekerja?"
"Hemm, satu jam lagi. Kau dimana? Di toko?"
"Iya, ah, aku baru ingat. Aku ada urusan yang harus aku selesaikan. Om Aru kerja dulu, cari uang yang banyak karena aku akan minta mahar yang banyak nanti. "
Klik.....
Aleska langsung mematikan sambungan telfonnya dengan Gaharu. Dia berdeham lalu menoleh ke arah karyawannya yang menatap nya penuh tanda tanya.
"Jadi calon suami nona Tuan Gaharu? Laki laki yang sering datang kesini membeli kue untuk maminya?"
"Hehe..... dia anak sahabat Daddy."
Prok.....
"Eh ...kaget..."
Lagi lagi Aleska berjingkat kaget karena tiba tiba semua karyawan nya bertepuk tangan serempak.
"Kenapa kalian malah tepuk tangan?" protes Aleska.
"Nah kalau sama Tuan itu Nona sangat cocok. Terlebih dia punya wibawa, jabatan dan juga jangan lupakan kharisma nya bikin semua wanita meleleh."
"Benar Nona, kami setuju jika Nona menikah dengan Tuan Gaharu."
Aleska melongo, bisa bisanya para karyawannya langsung mendukung nya. Dia tak mengira jika mereka sekagum itu dengan Gaharu.
"Tapi ingat, kalian tak boleh membuka suara sama siapapun. Kalau kalian...."
Belum sempat Aleska melanjutkan perkataannya, para karyawan itu langsung berdiri sambil mengangkat tangannya.
"Kami bersumpah untuk menjaga rahasia dengan aman."
Aleska mengusap dadanya ketika para karyawannya yang malah heboh saat ini.
"Untuk uang kalian yang selama hampir satu tahun lebih di ambil dua manusia terkutuk itu, aku pastikan kembali ke kalian. Jika mereka datang kesini dan aku tak ada kalian bisa langsung mengusir mereka. Kalau sampai mereka berbuat onar, panggil saja polisi."
Mereka menganggukkan kepalanya serempak. Setelah itu mereka bersiap kembali membuka toko kue dengan banyak varian yang sudah tersedia.
Selama ini Luke dan Asila hanya tahu jika Aleska mempunyai satu toko kue itu. Dan mereka menganggap mereka bisa seenaknya dengan toko itu. Beberapa kali Asila mengajak teman temannya juga datang kesana mengambil kue kue yang terkenal mahal dan paling enak disana.
Sementara itu, Aleska sedang memikirkan bagaimana caranya mengambil alih semua yang di ambil oleh Luke dan Asila.
"Ah, kartuku yang dibawa Luke harus ku blokir terlebih dahulu."
Aleska lalu menghubungi seseorang untuk membantunya. Semua akses Luke dan Asila di tutup permanen oleh Aleska.
Semua tempat yang selama ini gratis akhirnya di blokir untuk Asila.
"Selama ini kau terlihat jadi orang elit karena uang ku, tapi kau juga berkhianat di belakang ku!"
Selain itu, Aleska juga menghentikan bantuan untuk keluarga Asila termasuk biaya berobat ibunya dan juga biaya sekolah adiknya Asila.
"Lihat, sejauh mana kau bisa bertingkah setelah kau ku buat kembali ke tempatmu dulu!"
Aleska benar benar dendam dengan Asila. Mereka berteman sejak lama. Dan Aleska memang tak pernah membuka identitas nya di depan Asila. Hanya beberapa teman sekolah Aleska yang tahu benar siapa Aleska. Tapi mereka tak pernah mengusik Aleska karena sama sama berasal dari keluarga Elit meskipun masih di bawah Aleska.
#
"Nona Asila, ini tagihan yang harus nona bayar."
Mata Asila menyipit ketika di tagih pembayaran perawatan salon yang baru saja dia lakukan.
"Kenapa di tagih ke aku? Harusnya semua tagihan langsung ke Aleska seperti biasa?"
"Maaf, tapi nona Aleska sudah tidak berlangganan disini. Dan dia juga sudah memutuskan semua hal istimewa untuk nona Asila." jawab karyawan salon dengan ramah. Jadi silahkan di bayar sekarang nona, totalnya tiga puluh juta."
to be continued