BAB 48. Anggia

2426 Words

Warning, sangat 21+ hahahaha Sore yang sangat indah bersama mas Raka. Aku tidak menyangka dia mau saja ku ajak makan di pedagang kaki lima seperti ini. Awalnya aku bisa melihat ada raut wajah tidak nyaman, tapi setelahnya dia mulai bisa menikmati makanan yang aku belikan sama dengan milikku. Kemudian kami mulai ngobrol berdua dengan menyenangkan. Mulai membahas masa depan yang kita inginkan. Aku bersyukur karena Tuhan mengirimnya padaku untuk mengakhiri semua penderitaan yang aku alami sebelumnya. Mungkin aku bukan yang pertama baginya, tapi  itu tidak menjadi masalah. Karena yang paling penting bukanlah menjadi yang pertama, tapi menjadi satu-satunya hingga akhir. “Mas nonton yang itu yah?” Tanyaku sambil menunjuk sebuah poster film kartun yang sepertinya menarik. Saat ini kami sudah b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD