51. Tak Bisa berjalan

2008 Words

“Apa? Ke mana?” Nania menatap Leon penuh tanya. Padahal dirinya baru saja merasa sedikit nyaman dengan keadaannya, tapi Leon tiba-tiba muncul dan mengajaknya pergi. “Kau akan tahu nanti.” Tak lama kemudian, Leon dan Nania telah dalam perjalanan di mana Leon masih belum memberitahu Nania ke mana mereka harus pergi. Leon melirik Nania sekilas yang sejak duduk di kursi di sebelahnya tampak tak nyaman. Nania seperti berusaha menemukan posisi duduk yang pas dan nyaman. “Rasanya aku ingin kembali pulang,” ucap Nania saat ia menyandarkan kepala pada jok. “selain itu, kita mau ke mana?” tanyanya kemudian seraya menoleh pada Leon yang mengemudi. “Rumah sakit.” “Apa? Siapa yang sakit?” Leon menghela napas berat seakan memikul beban berat di pundak. “Ibumu dan wanita itu bertengkar.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD