Istri Gibran

2116 Words

Gibran memasuki rumah dengan tertatih, moodnya sudah buruk dan susah untuk di perbaiki. "Bran," panggil Roni pelan yang di abaikan oleh Gibran. Tasya yang melihatnya tentu saja langsung bergerak maju untuk bicara baik-baik pada putranya yang terlihat tak bertenaga itu. "Gibran, makan dulu." Panggil Tasya seraya memegangi tangan putranya. Gibran menghentikan langkahnya yang ingin ke lantai atas dan menoleh, menatap ke arah mamanya dan juga tangan mamanya secara bergantian. "Gibran nggak nafsu makan." Jawab Gibran pelan seraya melepaskan pegangan mamanya pelan. "Mau sampai kapan kamu seperti ini? Kamu nggak lihat nenek dan yang lainnya khawatir lihat kamu seperti ini?" Tanya Tasya sedikit meninggikan suaranya. Gibran menundukkan kepalanya dalam, ingin sekali dirinya marah dan marah. M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD