CHAPTER 38

2351 Words

Jika harus mengganti nyawa Haras dengan nyawanya, Jonattan tidak akan ragu melakukannya. Jo bersedia. Jo ikhlas. Pintu putih di depannya terasa sangat menakutkan bagi Jonattan saat ini. Ia belum pernah merasa setakut ini. Bahkan saat mobilnya terbalik dan melayang bebas ke bawah jembatan. Rasa takutnya saat di ujung maut sama sekali tidak seberapa dibandingkan saat ini. Tubuh Ayura bergetar hebat. Dalam gerak lambat Jonattan meraih tubuh perempuan itu, kemudian merengkuhnya ke dalam pelukan. Seketika tangis Ayura pecah. Jo menguatkan dirinya sendiri. Hatinya juga terasa sangat pedih dan kacau. Tapi ia tau kalau itu tidak seberapa dibanding Ayura. Jo menarik napas, menahan agar air matanya tidak keluar. Hanu sendiri tak bisa berbuat banyak. Ia hanya berdiri menyaksikan semuany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD