Membatasi Kegiatan.

1005 Words

Usai mengantar Aisha ke sekolah, Ghina yang biasanya memutuskan untuk mampir berbelanja justru tidak melakukan kegiatan itu. Zalman menatap bangunan besar Mall di seberang jalan dengan datar. Tidak berbelok sebab Ghina juga hanya diam. Membuat Zalman yang penasaran langsung bertanya. "Barang di rumah enggak ada yang kosong, Bun?" Panggilan itu adalah cara baru Zalman bersikap romantis pada Ghina. Ia cenderung ikut anak-anak, menyebut Ghina dengan gaya baru. Bundanya anak-anak. Lucu, Ghina suka saat mendengar itu dari bibir tipis suaminya. Menekankan kesan keibuan yang mulai tumbuh, apalagi semenjak kehamilan anak kedua mereka. "Kalau ada, kita mampir ke supermarket dulu. Sekalian misalnya kamu mau jajan." Zalman mengajukan ide yang disukai kaum hawa. "Saya antar, ya." Normalnya, bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD