Tidak ada percakapan setelah pertanyaan Zalman. Setelah makan malam semua kembali ke kamar masing-masing dengan kesibukannya. Ghina membantu suaminya setelah di menemani Sultan hingga tertidur. Zalman sedang memeriksa laporan kerjanya, sebelum tidur. Sementara Ghina juga sibuk dengan layar laptop yang membuat kepalanya berdenyut sakit. "Huft!" Entah sudah yang keberapa kali wanita berparas cantik itu menghela napas, nampak frustasi dengan apa yang ia kerjakan. "Bagaimana mana yang keliru, ya? Kenapa tiap kali dihitung, hasilnya selalu enggak ketemu. Apa salah dipersamaan?" Ghina berbisik rendah, pertanyaan itu untuk dirinya sendiri. "Kalau cape, berhenti dulu, Sayang." Hanya berselang sedetik, Zalman yang tahu itu langsung kembali mengingatkan. Zalman sudah terbiasa menghadapi segala

