"Tuan, maaf." Tiba-tiba Marco datang dengan tergesa-gesa, membuat Armand terpaksa harus menunggu jawaban yang ingin ia dengar dari mulut istrinya. "Ada apa?" lontar pria itu pada tangan kanannya yang tampak gugup, "apakah Isabel tidak ingin bertemu denganku?" Mendengar ucapan suaminya itu, Victoria hanya bisa meringis dalam hati. Baru saja Armand memintanya untuk bertahan bahkan sampai berjanji akan bersikap lebih baik padanya kelak. Nyatanya, pria ini masih tidak bisa melepaskan kekasihnya. Wanita kasar yang selalu terlihat cemburu padanya. 'Apa yang kau harapkan dari hubungan kita ini jika aku menyetujui permintaanmu tadi?' bisik Victoria dalam hati. Dengan tatapan lurus ke wajah Armand yang tampak sedang mencemaskan Isabel. "No-na Isabel, Tuan," sahut Marco terbata, "ponsel Nona Is

