Victoria menghela napas panjang. Lalu tersenyum getir, "aku rasa, sudah saatnya kita membicarakan hal ini." Setelah itu ia melangkahkan kakinya ke arah sepasang sofa single yang terdapat di dalam kamar itu. "Bolehkah kita duduk terlebih dahulu?" pintanya kepada suaminya. Armand melirik ke arah sepasang sofa tersebut, kemudian kembali ke wajah istrinya. "Tentu saja." Ia kemudian pergi menghampiri Victoria yang telah menurunkan bokongnya di salah satu sofa single itu. Ikut menurunkan bokongnya di sofa lainnya sambil menatap wajah sang istri. Posisi mereka saat ini cukup dekat, hanya terhalang satu meja kayu kecil. Membuatnya sontak menelan ludah, merasakan tubuhnya yang tiba-tiba terasa memanas gara-gara kedekatan mereka. Sudah beberapa kali ia ingin menyentuh Victoria, namun niatnya it

