Bab 28. Isabel

1025 Words

Di pagi buta, sebuah mobil melaju cepat di jalanan Palermo yang masih sepi. Victoria duduk di kursi belakang, punggungnya tegak, kedua tangannya terlipat di pangkuan. Pandangannya lurus ke depan, menembus kaca gelap yang memantulkan bayangan wajahnya sendiri. Wajah seorang wanita yang tidak tahu ke mana ia akan dibawa, dan tidak juga diberi pilihan untuk menolak. Sejak meninggalkan rumah kedua Armand, Marco tidak banyak bicara. Hanya satu kalimat singkat sebelum mereka berangkat. "Maafkan saya, Nyonya. Ini demi keselamatan Anda." Selebihnya, hanya suara mesin dan deru ban di aspal yang masih basah oleh embun pagi. "Kita akan ke mana?" tanyanya akhirnya. Pria yang mengendarai mobil itu melirik lewat kaca spion tengah sebelum menjawab. Tatapannya cepat, waspada, lalu kembali ke jalan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD