Pikiran Negatif Kaia

1237 Words

Matahari pagi menyelinap melalui kaca jendela yang tak tertutup tirai, tetapi sinarnya yang hangat tidak berhasil mengusir rasa dingin di hati Kaia. Dia menggeliat pelan di tempat tidur, mengharapkan kehangatan tubuh Zeff di sampingnya. Namun, yang dia temukan hanyalah hamparan kasur yang kosong dan dingin. Kaia mengerutkan kening, menatap sisi tempat tidur yang seharusnya ditempati Zeff. Biasanya, meski sibuk, Zeff selalu menunggu hingga mereka bisa sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor. Tapi kali ini, dia bahkan tidak repot-repot meninggalkan pesan. "Apa-apaan ini?" gumam Kaia dengan nada kesal, melempar selimutnya dan bangkit dari tempat tidur. Dia berjalan ke kamar mandi, berharap menemukan jejak keberadaan Zeff—handuk basah, sikat gigi yang baru dipakai, sesuatu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD