LIMA PULUH

1038 Words

Dari pagi rumahnya sudah ramai dengan ibu-ibu pengajian karena dia yang menjadi tuan tumah jadi urusan kesana kemarindia sendiri yang melakukan meskipun Bagas juga ada tapi rasanya tidak pantas kalau dia menyuruh-nyuruh. Sedangkan urusan perdapuran sudah dihrus bibi dan beberap tetangganya jadi dia sudah tidak khawatir lagi. Tangannya di cekal ketika dia akan ke ruang tamu untuk memberikan suguhan pada ibu-ibu pengajian. Dan orang itu adalah Bagas. "Kamu kalau butuh apa-apa bilang jangan wira-wiri sendiri nanti capek." "Nggak enak lah masa aku harus panggil-panggil." "Yasudah kalau begitu aja bibi ke depan sama kamu biar ada yang bantu-bantu." "Ngga apa-apa ini sudah kok, tadi ibu-ibu belum dikasih camilan soalnya." Akhirnya Bagas melepaskan cekalannya dna membiarkan Kalinda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD