“Mamaaa …” Teriak Bian dari dalam berlari kearah Nayla. “Biaaan …” sahut Nayla dengan wajah semringah menagkap tubuh jagoan kecinya lalu memeluknya erat. Oma yang berjalan mengikuti Bian dari belakang, terharu melihat Nayla dan Bian saling berpelukan melepas rindu. Di tolehnya Arman yang berdiri mematung menatap Nayla dan Bian bergantian. Arman terkesiap saat sadar ibu memergokinya memandang Nayla. “Sabar, Arman. Beri Nayla waktu menata kembali hidupnya. Tidak mudah kehilangan orang yang dicintai. Walau pernikahan Nayla dan Widi tidak selama pernikahan kamu dan Nayla, tapi Sikap Widi sangat berkesan untuk Nayla. Dia pasti sangat terpukul dengan kepergian kakak kamu Widi. Apa lagi di saat cinta di hatinya sedang tumbuh dan mekar.” Ujar ibu, membiarkan Nayla mencuri dengar ucapannya. N

