Part 107

2340 Words

Tanpa terasa senja menyapa, oma minta pulang karena merasa sudah lebih baik. Di sepanjang perjalanan oma hanya diam di samping opa. Luka lama dalam hati kemabali terasa perih. Opa menoleh, matanya lekat menatap oma yang tampak masih sendu. “Jangan terlalu dipikirkan, Bu. Mungkin Widi punya maksud tertentu memberikan rumah itu pada adik-adiknya. Aku rasa Widi bukan orang yang sembrono bertindak. Kalau tidak, dia tidak akan bisa menjadi sehebat itu.” ujar opa menatap oma teduh. Sejak Arman dan Bian hadir mengisi hari harinya, sejak oma datang dan tinggal di rumahnya, opa berubah menjadi pribadi yang penyayang. Kini, dia tahu arti sebuah keluarga. Entah bagai mana ia menjalani hari tuanya tanpa mereka. Ia bersyukur wanita disampingnya mau mengandung dan melahirkan Arman darah dagingnya. Wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD