Part 105

2103 Words

“Assalammualaikum,” Sapa Oma mendekati seoarang wanita yang menunggu di balik meja. “Waalaikum salam, Mari, bu. Sialakn duduk,” sahutnya ramah. “Terima kasih,” sahut Oma dan Nayla hampir bersamaan sembari duduk. “Ada yang bisa saya bantu, bu?” tanya notaris itu ramah. “Begini, saat Widi masih hidup, dia ingin membalik namakan rumah yang ditempatinya itu untuk saya. Namun, sepertinya belum selesai, Widi sudah duluan berpulang. Lalu sekarang status rumah itu bagaimana?” tanya oma menatap wanita di depannya. Wanita itu diam sejenak, keningnya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatau. “Seminggu setelah mas Widi meninggal, Wiro datang ke sini, dan mengambil semua berkas dokumen mas Widi.” Ujar notaris itu santai. “Wiro kesini?” tanya oma membulatkan mata. “Iya,” jawab notaris itu men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD