Vano pun membukakan pintu untuk Zavian, membiarkan saudara tirinya itu menggeledah apartemennya. Karena dia memang tidak menyembunyikan Kayla di dalam sana. Zavian langsung menerobos masuk ke dalam apartemen Vano. "Kayla! Kayla!" Dia memanggil-manggil nama istrinya sambil mencari ke seluruh ruangan, namun ia tak menemukan Kayla. "Apa kau sudah puas?" sindir Vano. "Untuk apa aku menyembunyikan Kayla? Lebih baik aku tunjukkan padamu kalau aku berhasil merebutnya darimu." "Aku tidak akan membiarkan khayalanmu terwujud. Kayla istriku, selamanya akan menjadi milikku!" tegas Zavian, seraya menatap tajam ke arah Vano. "Ini semua pasti gara-gara ulahmu kan? Pagi itu aku dan Kayla baik-baik saja, sebelum tiba-tiba dia menghilang. Pasti ini semua ada hubungannya dengan kamu kan?!" Vano mengedikk

