Panas

1110 Words

“Di sekolah? Hmm ... gak ada apa-apa kok. Semua baik-baik aja,” jawab Alea sambil melempar pandangannya ke depan. “Bagus deh. Tadinya aku mau jemput kamu, tapi berhubung kayak gini ya udah gak jadi. Maaf ya,” ucap Nathan. Alea kembali menoleh ke Nathan. “Kenapa minta maaf. Gak ada yang salah kok.” Alea kembali melihat ke arah tangan Nathan. Dia masih khawatir dengan tangan itu yang terlihat seperti sangat sakit di matanya. Tiba-tiba Nathan menghentikan mobilnya di depan sebuah mall. Dia sepertinya biasa makan di sini dengan teman-temannya. “Tempatnya di mall?” tanya Alea. “Iya. Gak papa kan?” “Gak papa lah. Ntar sekalian aku mau belanja. Barang dapur di rumah udah banyak yang abis.” “Sayang, aku kangen ama masakan kamu loh. Kapan kamu masakin aku lagi?” “Ntar kalo hari minggu. Jad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD