Pangeran Penolong

1124 Words

“Pak, gimana ini. Kita bisa telat ntar,” ucap Alea panik. “Radit, cek ojeknya udah sampe mana?” perintah Pak Regan yang juga ikut panik. Kejadian sial yang sama sekali tidak disangka sedang dihadapi Alea. Mungkin, kalau tadi dia menerima tawaran Nathan untuk mengantarnya, kejadian ini tidak akan terjadi. Alea panik. Tangannya saling meremas dan mulai dingin sambil berdiri di pinggir jalan, berharap akan ada ojek yang lewat. “Aduuh ... tolong dong. Ayoo ... siapa pun itu, tolong dateng ke sini,” gumam Alea pelan sambil terus melihat ke arah jalanan. “Lea!” Ada yang memanggil nama Alea. Ada sebuah sepeda motor sport berhenti di depan mobil Pak Regan. Alea terus menatap ke arah motor itu, karena tidak mengenali pengendaranya. Bagaimana dia mengenali, kalau semua wajahnya masih di tutup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD