“Maksud Papa apa ngomong gitu? Apa itu gak keterlaluan, Pa?” tanya Thita sedikit protes. ”Keterlaluan apa. Nathan calon penerus Papa nanti. Jadi dia juga sudah harus bertanggung jawab mulai dari sekarang,” bantah Alvin. “Tapi Nathan masih kecil, Pa. Masih SMA. Dia gak akan mau dan kayaknya belum berminat sama bisnis kayak gitu.” “Ya itu karena dia terlaku kamu manjain. Dia main aja terus. Belajar gak mau, sekolah kerjaannya malah basket terus aja. Mau jadi apa dia kalo kayak gitu.” Alvin menatap istrinya. “Kamu harus lebih ajarin dia tanggung jawab! Jangan kelayapan dan bantah omongan orang tua terus!” lanjut Alvin. Thita memilih diam. Dia tidak ingin melanjutkan perdebatan ini yang hanya akan membuat keadaan di rumah ini semakin panas. Dia membiarkan suaminya pergi ke kamar lebih du

