Alea dan Nathan sudah berada di ruang ganti. Nathan menatap Alea yang berdiri sambil menundukkan kepalanya tepat di hadapannya. “Mau ngomong apa?” tanya Nathan. Alea menggelengkan kepalanya. “Gak papa, ngomong aja. Sekarang cuma ada kita berdua di sini.” Tapi lagi-lagi Alea tidak mau bicara. Nathan melepas napasnya sedikit kasar. “Kenapa? Apa aku ada salah sama kamu?” Alea mengangkat pandangannya lalu menggeleng. “Enggak kok.” “Trus kenapa dong.” Alea masih berdiri diam. Dia melihat ke tangan Nathan lalu dia meraih tangan Nathan yang selalu memberinya semangat baru. Nathan melihat tangan Alea yang meraih tangannya. Dia masih menantikan apa yang ingin dikatakan wanita yang masih belum resmi menerima cintanya itu. “Boleh peluk gak?” ucap Alea pelan. “Hem, apa?” Nathan tidak jelas

