Alea menatap Nathan. Dia bingung harus bagaimana atas uluran tangan Clarissa di depannya. Nathan memegang pundak Alea. “Giliran kamu. Makan yang banyak, biar kamu tetep sehat,” ucap Nathan sambil mendorong pelan Alea dengan badan tegapnya dan tentu saja langsung mengabaikan Clarissa. Alea pun langsung maju. Dia tidak bisa melawan dorongan Nathan dan segera mengulurkan nampannya pada petugas kantin. Clarissa mengepalkan tangannya. Dia sangat geram bercampur malu. Bagaimana mungkin dia ditolak mentah-mentah di depan banyak orang. Harga dirinya benar-benar dijatuhkan Nathan saat ini. Dua teman Clarissa yang ada di belakang Clarissa sejak tadi juga merasa geram dengan apa yang dialami sahabat mereka. “Clarissa, lu gak papa?” tanya Stevi sedikit berbisik. “b******k! Gak tau diri banget t

