Bab 20. Saling Curhat

1056 Words

“Anna menginap di hotel bersama pria lain,” ungkap Seno pelan, jari-jarinya menari-nari di bibir cangkir kopinya yang isinya tinggal sedikit. Dia lalu menyesap kopi hingga habis. “Pasti menyakitkan,” tanggap Anik datar. Napas Seno seolah tertahan melihat Anik yang tampak tenang, tidak begitu kaget dengan kata-katanya mengenai istrinya. Dia menduga Anik yang mungkin sudah tidak heran dengan keadaannya, mengingat hidup Ronan yang juga memiliki istri yang tidak setia. “Kamu … merasa dejavu?” Anik tersenyum tipis. “Iya.” “Ronan yang cerita tentang istrinya?” Anik menghela napas panjang, dia yang sebenarnya sedih jika disinggung tentang mendiang suaminya. “Maafkan saya, Anik.” “Saya merasa dejavu karena bu Anna, bukan soal pak Ronan yang curhat. Dia nggak pernah cerita tentang rumah ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD