Eps. 32 Kembali Terulang

1306 Words

“Nambal? Kira-kira berapa lama lagi aku harus menunggu, Pak?” protes Karan tak sabar. “Sebentar lagi selesai,Mbak, tunggu ya,” jawab sopir pick up sebelum menutup telepon. Karan menghela napas. Ia teringat perkataan Rainer semalam, yang menawarkan tumpangan jika butuh bantuan pindahan. “Apa nanti aku hubungi dia saja ya kalau sopir ini molor lagi,” gumamnya sendiri. Sambil menunggu, ia memandangi tumpukan kardus di pinggir jalan. Rainer memang selalu terlihat siap menolong. Namun, Karan segan merepotkannya. Ia cek ponsel lagi, tidak ada kabar dari sopir. Lima belas menit berlalu. Kesabarannya habis. Dengan napas berat, jarinya membuka kontak Rainer. Ia ragu sebentar, lalu menekan tombol telepon. Hatinya berdebar-debar, antara harap dan sungkan. Sebenarnya, menelepon Rainer membuat per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD