BAB 19

1179 Words

Kadang, penyembuh dari luka tidak selamanya berupa obat-obatan kimia yang pahit. Bisa jadi, penawar itu berbentuk kamu. Ya, kamu. Seseorang yang baru saja melangkah masuk ke dalam hidupku tanpa permisi, mengulurkan tangan untuk menggenggam jemariku yang rapuh, dan dengan sabar mengusap air mataku yang runtuh. Kamu masuk ke dalam rumah hatiku tanpa aku persilakan. Kamu membenahi setiap sudut ruangan yang hancur berantakan karena ulah seseorang yang sudah mempermainkan janji suci. Tidak peduli seberapa keras aku menolak dan memilih berdiam diri untuk merenungi luka yang masih sangat basah ini, kamu tetap ada di sana. Berdiri tegak, menungguku dengan sabar sampai hatiku tergerak untuk menyambut genggaman yang kamu tawarkan. Dan saat aku bertanya kenapa kamu bisa sejauh ini bersabar atas dir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD