"Awh... Cha ini saya Cha, sakit Cha..." Tanisha membulat sempurna melihat Sabda ada di depan matanya. "Om Sabda? Kok gak bilang mau pulang?" "Lepasin dulu tangan saya!" pinta Sabda. Tanisha langsung melepas tangannya, Sabda langsung saja mengusap-ngusap tangannya yang di pelintir oleh Tanisha. Sontak gadis itu langsung menghampiri Sabda dan mengusap-ngusap tangannya. "Aduh om maaf, kirain Icha maling. Lagian ok kenapa gak ada suaranya sih?" tanya Tanisha heran. "Tadinya saya mau kasih surprise buat kamu. Ternyata malah saya yang dapat itu," balas Sabda dengan wajah menahan rasa sakit. Tanisha benar-benar memelintir tangannya dengan sekuat tenaga. Alhasil tangan Sabda sampai memerah dan membengkak sedikit. "Sini om aku obatin dulu, om tunggu di situ ya..." Tunjuk Tanisha pada sofa ya

