"Papa besok pergi lagi?" tanya Tanisha. Kini hanya tinggal mereka berempat, Tanisha, Linda, Sabda dan Farid. Farid menganggukkan kepalanya pelan, sambil mengunyah makanan yang dia masak. "Hmm, kenapa? Masih kangen ya?" Detik itu juga Tanisha langsung menggelengkan kepalanya cepat. "Gak biasa aja, cuman mau ingetin jangan lupa transfer uang jajan!" Uhuk ... Uhuk ... Sabda langsung terbatuk mendengarnya, ia pikir Tanisha akan protes kalau ayahnya pergi lagi. Ternyata hanya perkara uang jajan. Farid mendelikkan matanya kesal, "Punya anak gini amat, gak ada gitu kamu merasa keberatan papa pergi lagi?" tanya Farid, tanpa banyak berharap. Tanisha terus aja menggelengkan kepalanya, mana ada rasa keberatan di ki pikiran Tanisha. Selama itu menyangkut masa depan dan uang yang akan diberika

