Ponsel Tanisha terus saja berbunyi, ia malas untuk mengangkat telpon dari Dimas. Ya, sejak Sabda menarik sebagian sahamnya dari perusahaan ayahnya Dimas. Dimas terus saja menghubungi Tanisha, meminta bantuan untuk meminta maaf pada Sabda dan mau menanam saham kembali pada perusahaan ayahnya. Karena semenjak kejadian itu, fasilitas Dimas di tarik olehnya. Sebelum mendapatkan kembali maaf Sabda, maka fasilitas Dimas tidak akan di kembalikan. Tanisha berdecak kesal, ia langsung memblokir nomor Dimas, demi ketenangan dirinya. "Ck, butuh aja lo terus hubungin gua! Kemarin-kemarin ke mana? Malah sibuk sama selingkuhan lu! Dengan alasan gua gak mau ciuman sama lu, ogah banget ciuman sama mulut bau!" gerutu Tanisha dengan perasaan kesalnya. Tidak lama pintu terketuk, Tanisha beranjak dari temp

