"Om mau apa? Nanti kita kesiangan! Terus nanti aku di gosipin satu gedung, baru jadi anak magang udah kesiangan, mentang-mentang dekat dengan atasan!" ucap Tanisha dengan suara lirih. "Kalau kesiangan ini salah kamu Cha!" balas Sabda sambil mengusap bibir bawah Tanisha dengan lembut. Tanisha terdiam membeku, ia menikmati setiap sentuhan yang Sabda berikan. Tatapan tajam tapi meneduhkan, membuat Tanisha pasrah pada Sabda. Perlahan kepala Sabda maju mendekati wajah Tanisha. Detik itu juga bibir mereka saling bertemu dengan lembut. Sabda benar-benar mengikis jarak dan menyatukan bibir mereka dalam tarian yang lambat namun memabukkan, membuat Tanisha semakin terbuai dengan apa yang Sabda lakukan. Tangan Tanisha meremas baju kemeja Sabda, dan berbisik. "Nanti lagi ya Om, jangan yang aneh-an

