Bab 45. Berusaha Berpikir Jernih

1233 Words

Hati suami mana yang tidak akan marah mendengar jika ada orang mencelakakan istrinya dan memang hampir meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Namun, garis takdir dari Allah masih memberikan kehidupan kedua untuk Sara. “Mohon Pak Edwin jangan emosi terlebih dahulu, saya ingin kita memecahkan kasus ini secara kepala dingin. Dan sebelumnya atas nama pribadi saya minta maaf atas kelalaian di ruang ICU, semuanya sudah terorganisir sesuai SOP tapi ternyata ada oknum yang berani melakukan hal tersebut. Saya sudah mengetahui oknumnya, tapi sayangnya bukti saya belum terlalu kuat untuk menudingnya,” jelas Dokter Helmi meredam amarah Edwin yang baru saja menggebrak meja kerjanya. Edwin mengatur deru napasnya perlahan-lahan, netranya yang sudah memanas terpaksa menitikkan air mata. Kematian sing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD