Maxime tak memedulikan celotehan wanita asing yang sedang berdiri di depannya ini, ia dengan cepat duduk bersimpuh di depan Eleanor lalu meraih kedua telapak tangannya yang sedingin es. "Elea, kau harus percaya padaku. Aku tidak pernah menjadikanmu bahan taruhan. Jangan dengarkan perkataan orang lain, sayang. Aku bersumpah aku tak melakukannya." Eleanor tidak merespon. Dia melepas genggaman Maxime, wajahnya masih berpaling dari pria itu. "Ku mohon, percayalah padaku. Aku... Aku tidak segila itu dengan-" "Tapi kau berbohong. Kau berbohong padaku soal balap liar itu dan kau berbohong soal semuanya. Secara tidak sadar kau menjadikan aku sebagai taruhan, Maxie! Kenapa kau tidak menyadarinya?!" Eleanor meneriakkan segala kekesalannya. Maxime hanya terdiam tanpa tahu apa yang harus ia katak

