Keesokan harinya polisi datang ke SMA Pelita Harapan untuk mengecek tempat kejadian perkara. Polisi juga sebelumnya datang ke rumah sakit melihat kondisi Abel yang masih trauma tapi ia sudah bisa di ajak komunikasi. Sehari sebelumnya polisi juga sudah datang ke sekolah dan menanyai beberapa murid termasuk Chika dan genknya. Chika dan genknya merasa diatas angin karena mereka tahu cctv di gedung terbengkalai itu mati. Maka mereka terbebas dari tuduhan telah menyakiti Abel. Tapi polisi tak sepenuhnya mempercayai pengakuan Chika dan teman temannya. Salah satu polisi merasa ada sesuatu hal yang aneh dengan sekolah itu. Maka dari itu ia bersama satu orang anak buahnya kembali datang ke sekolah dan kembali memeriksa gedung terbengkalai tsb. Perwira polisi yang bernama Ajun Sent

