Chapter 33

1089 Words

Keesokan paginya Abel terbangun lebih dulu. Ia merasa tubuhnya tertindih sesuatu. Ia menoleh kebelakang dan melihat wajah Dito yang masih terlelap. Semburat merah kembali menghiasi wajah cantiknya. Ia teringat kembali tentang penyatuannya dengan Dito. Abel menutup wajahnya. Ia sangat malu sekaligus lega. Akhirnya ia bisa menunaikan ibadah bersama sang suami setelah tertunda beberapa bulan. Dengan perlahan Abel melepas tangan Dito yang memeluknya dari belakang. Baru saja akan bergerak ternyata Dito kebangun dan kembali memeluk tubuhnya. Meremas bukit kembar kesukaannya. "Aaahhh sayang." desah Abel sambil meringis nyeri karena keduanya masih bersatu. "Morning sayang..." sapa Dito sambil mengendusi leher istrinya. "Morning too Papa." ucap Abel sambil mencium punggung tangan D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD