Sudah tiga hari ini Dito dan Abel saling berdiam diri. Abel tetap melayani Dito seperti sarapan dan juga pakaiannya. Keduanya juga masih pisah kamar. Tak ada satu pun yang mau mengalah, berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu. Keduanya berego tinggi. Abel juga terlihat murung dan tak bersemangat ke sekolah. Jika biasanya ia selalu bareng dengan Dito, akhir akhir ini entah Abel atau Dito yang berangkat duluan. Kalau pun bareng Abel lebih memilih jalan kaki keluar kompleks lalu naik angkot ke sekolah. Keduanya saling diam dan dingin satu sama lain. Tapi kediaman keduanya justru menjadi kesenangan tersendiri bagi Chika dan genknya. Chika dan genknya yang seminggu lalu sudah mulai bersekolah, menunggu dengan sabar keduanya lengah. Chika kembali menculik Abel dan melampiaskan

