Lima Puluh Empat

1015 Words

Diara berdiri bingung sambil tegak pinggang melihat kantong plastik di atas meja yang ada dihadapannya. "Ish, kenapa aku harus lupa meletakkan stok roti di tempat Mas Nick? Disana tidak ada roti sama sekali sekarang. Lalu bagaimana Mas Nick sarapan?" Diara bicara sendiri kebingungan. Sebenarnya ini adalah hal sederhana untuk ke apartemen Nick meletakkan roti sekaligus menyiapkan sarapan seperti biasanya, masalahnya adalah membayangkan disana tidak hanya ada Nick, tapi juga Tania. Bahkan melihat punggung kakinya saja Diara merinding teringat bagaimana sakitnya kakinya waktu itu diinjak tanpa ampun oleh wanita yang mungkin memiliki tenaga monster itu. Bukan itu saja, hal yang paling membuat Diara berpikir berulang-ulang kali untuk ke apartemen Nick adalah membayangkan kemungkinan dirin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD