Bab 54

1178 Words

Amira berdiri terpaku beberapa detik setelah pintu tertutup di belakang Linda. Suara langkah kaki wanita itu yang tergesa-gesa masih bergema samar sampai akhirnya lenyap sepenuhnya. Keheningan menyelimuti ruang tamu. Agus masih berdiri di sana, bahunya sedikit merosot seolah seluruh kelelahan yang ia tahan selama bertahun-tahun baru saja pecah. Dimas tetap berdiri di samping Amira, tangannya menggenggam lembut pinggang istrinya, memberikan kekuatan diam-diam. Amira menghela napas panjang, lalu melangkah mendekat. “Om…” suaranya pelan, nyaris ragu. “Apa Om… benar-benar mau bercerai sama Tante Linda?” Agus menatapnya. Sekilas, ada bayangan luka dalam sorot matanya, campuran antara kecewa, marah, dan pasrah. Ia menarik kursi dan duduk perlahan, seolah tulangnya tiba-tiba lemah. “Amira…,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD